0
DILEMA FACEBOOK; ANTARA KAWAN DAN LAWAN
Posted by dunia rere
on
9:34 AM
in
Artikel Ku
Facebook. Sebuah situs yang sangat mendunia, mulai
dari kalangan anak-anak hingga dewasa tidaklah tabu dengan adanya facebook. Era
globalisasi yang semakin hari semakin dipenuhi oleh internet, menjadikan
hari-hari seseorang pun dipenuhi oleh kegiatan-kegiatan denga n dunia maya.
Saya pun termasuk orang yang hidup dengan facebook. Menurut saya, facebook
adalah teman sekaligus lawan. #agak lebay yah?
Entah apa yang terlintas dalam benak saya, sehingga
ingin menulis tentang dilema facebook. Mungkin ini adalah sedikit keluhan yang
saya alami bersama facebook.
Facebook, terkadang menjadi kawan. Di saat kita
merasa bahagia, terharu, bahkan terlebih lagi rasa sedih. Kita merasa susah
untuk mengutarakan segala rasa yang kita alami. Entah karena apa alasannya.
Namun dengan facebook, kita bisa dengan leluasa menuliskan sebait kata demi
kata di kabar berita kita. Dari situ banyak komentar-komentar teman, hingga
akhirnya kita menjadi asik terhibur dengan dialog dalam dunia maya. Facebookpun
bisa menjadi sumber inspirasi kita, dimana kita bisa membaca berbagai informasi
tentang banyak hal, tulisan-tulisan teman yang mengandung banyak arti pelajaran
utuk kita, dan masih banyak lagi. Dan tidak dapat dipungkiri pula, facebook
bisa menjadikan tempat kita dalam berkarya. Dengan kita menulis, setidaknya
kita telah memulai belajar merangkai kata dan menuangkan segala inspirasi jiwa
kita masing-masing pada deretan bahasa.
Selain itu pula, mungkin dengan facebook kita
menjadi punya banyak teman. Meskipun itu
adalah teman dunia maya. Namun tidak dapat kita pungkiri juga, terkadang teman
dunia maya itu jauh lebih asyik dan jauh lebih mengerti kita.
Facebook, terkadang menjadi lawan. Ya, memang
segala sesuatu itu memiliki dua sisi. Ada siang ada malam, ada kanan ada kiri.
Dalam satu sisi dia bisa menjadi kawan, dalam sisi lainpun dia bisa menjadi
boomerang untuk kita. Terkadang ketika kita terlalu asyik bermain dalam dunia
facebook, kita menjadi lupa dengan kenyataan yang ada di sekitar kita. Kita
lupa, kita punya kehidupan nyata yang jauh berbeda dengan dunia maya. Bahkan,
seringkali pula kita lupa waktu dan kewajiban. Kita lupa makan dan minum, sehingga kondisi tubuh kita semakin melemah.
Dan ini sering tidak kita sadari. Dan yang lebih membahayakan, kita menjadi
lupa waktu beribadah kita, karena begitu
asyiknya kita hidup dalam bayang-bayang kemayaan itu.
Selain itu juga, kita seakan semakin terkikis oleh
fakta diri kita. Ketika dalam dunia maya, kita sering menjadi orang lain. Kita
menutupi siapa nyatanya diri kita. Dan juga ketika kita lebih asyik dengan
teman maya, kita menjadi lebih tertutup dengan teman nyata. Kehidupan sosial
kita semakin hari semakin mengeropos habis, karena saking dahsyatnya kehidupan
dunia maya.
Posting Komentar