0

PERAN YOUTUBE EDU–KHUSUS VIDEO PENDIDIKAN DALAM MEMBANTU EDUKASI DUNIA

Posted by dunia rere on 8:04 AM in
Teknologi informasi merupakan salah satu hal yang tidak akan lepas dari kehidupan manusia. Karena teknologi informasi ini sudah ada sejak berabad-abad lalu dan hingga kini masih terus berkembang. Tanpa adanya teknologi informasi, manusia akan kesulitan untuk berkomunikasi dan menyampaikan informasi.
Kini teknologi informasi berkembang begitu cepat seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan. Teknologi informasi dan komunikasi ini memiliki banyak sekali peranan dan dampaknya dalam berbagai bidang, terutama pada bidang hiburan.
Akhir-akhir ini perkembangan teknologi sangat pesat contohnya seperti games, musik, video, handphone, internet dsb. Teknologi bukanlah sesuatu yang mutlak  bermanfaat, teknologi tetap ada sisi buruknya. Bisa diibaratkan pisau, teknologi jika digunakan di jalan yang benar maka akan membawa manfaat, namun jika disalah gunakan akan membawa mudharat. Akibat pesatnya teknologi tersebut membuat kita menjadi sangat tergantung dengan yang namanya teknologi, terutama internet. Bagi sebagian orang kadar kebahagiaan diukur dengan koneksi internet tanpa batas selama 1 x 24 jam x 30 hari x 12 bulan  dan seterusnya.

Pengenalan Program YouTube EDU
Siapa yang tidak mengenal youtube? Website yang sangat dikenal dengan fasilitas streaming video itu kini membuat suatu website tersendiri dalam menunjukkan kepeduliannya pada pendidikan di dunia.
Kemarin, baru saja YouTube EDU diluncurkan di sebuag pusat pendidikan “proyek sukarela yang ingin menemukan cara yang terbaik untuk mengumpulkan dan menyaksikan isi pendidikan terbesar yang diupload ke YouTube oleh sekolah-sekolah dan universitas-universitas” menurut uraian singkat yang tercatat di blog YouTube.
Website ini rencananya akan dapat mengumpulkan video-video dari berbagai sekolah dan universitas, yang kisarannya berasal dari bahan pelajaran untuk siswa yang mendokumentasikan kegiatan atletik. Beberapa materi ini sangat berbobot, bagus dan bermanfaat (bahan pelajaran di Stqanford dan MIT adalah benar-benar bagus). Sedangkan isi lainnya, tidak begitu menarik.
Beberapa hari yang lalu telah diliput mengenai Academic Earth, sebuah situs mengenai isi pendidikan yang sangat bermanfaat sebagai Hulu pendidikan. Kedua website ini merupakan cara yang sangat baik dalam memperluas dan memajukan dunia pendidikan.[1]

Pengaruh YouTube
Internet, termasuk di dalamnya YouTube, mirip seperti pisau. Pisau jika dipegang oleh ibu-ibu rumah tangga bisa menghasilkan karya masakan istimewa. Namun jika pisau tersebut dipegang oleh penjahat, kita bisa membayangkan dampak kerusakan apa yang akan terjadi akibat sebilah pisau, mungkin bisa digunakan untuk menodong, memeras bahkan mungkin juga bisa untuk membunuh.
Keburukan internet bagi pendidikan anak antara lain adalah kejahatan virtual, sering sekali di halaman web muncul berbagai macam iklan “Mau lihat yang lebih dari ini, klik di….”, atau situs-situs yang menampilkan konten-konten porno atau kekejaman yang sering muncul sendirinya. Kejahatan virtual lainnya adalah teman dunia maya palsu yang sering menculik anak-anak pemakai jaringan sosial yang relatif labil. Keburukan internet yang kedua adalah anak menjadi sulit mengatur kehidupannya, banyak anak-anak yang kecanduan internet memiliki pola makan dan tidur buruk, padahal korban kecanduan dunia maya sudah banyak, salah satu kasusnya adalah para korban kecanduan game dan internet yang masuk rumah sakit karena pola hidup tak seimbang dan tubuh dipaksa kerja keras terus-menerus, terlebih lagi mereka berada di tempat yang mengandung radiasi tingkat kecil. harus diingat juga bahwa gelombang yang ada pada sinyal internet bagaikan sinyal HP yang bereaksi pada POM bensin dan otak manusia, terlalu lama menggunakannya akan membahayakan tubuh.[2]
Namun, ada siang ada malam. Begitupun dengan internet, ada dampak negatif, juga ada dampak positifnya. Kemajuan dan perkembangan teknologi informasi memang tidak sepatutnya hanya dilihat dari segi negatifnya saja. Justru sebagai orang-orang yang peduli dengan kemajuan teknologi seharusnya semua pihak harus berkontribusi bagaimana supaya kemajuan teknologi yang buruk dirubah menjadi sebuah kemajuan teknologi yang positif.
Dewasa ini informasi semakin mudah dan cepat kita dapat, baik Koran, televisi, maupun internet. Internet saat ini paling sering digunakan oleh orang-orang berusia relatif muda, para pelajar sangat mengandalkan internet untuk menyelesaikan tugas mereka dalam waktu cepat, termasuk penulis yang juga sering mencari referensi berbagai macam bidang melalui internet dan belajar memilih mana materi yang kompeten atau tidak relevan dengan topik yang dicari. Kemampuan berbahasa inggris anak menjadi lebih terlatih melalui bahasa yang digunakan untuk bahasa pengantar jaringan internasional, seperti saat menonton video youtube atau bermain game petualangan yang rata-rata menggunakan bahasa inggris, sehingga mau tidak mau si anak tersebut akan berusaha memahami alur cerita dan dialog, kemampuan bahasa inggris anak juga menjadi terasah melalui lagu-lagu yang biasa ada di youtube.[3]
Demikian juga youtube, bagi para pecinta musik, ia bisa digunakan untuk mengunggah ataupun mengunduh video klip, bagi para motivator, youtube bisa menjadi sarana memotivasi diri dan orang lain melalui video-video ceramah motivasi, bagi pecinta film, youtube bisa dimanfaatkan untuk mencari potongan-potongan film yang disukai, sebagaimana youtube juga banyak digunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk menampilkan video-video bernuansa pornografi maupun pornoaksi.
Pada situasi seperti ini, kita (para pelaku dunia pendidikan) perlu ikut “bermain” dalam persaingan mengisi kontain berkualitas di internet. Sudah saatnya bagi para pendidik untuk memanfaatkan youtube sebesar-besarnya. Bukan hanya untuk mencari video, namun juga untuk mengunggah video-video yang dapat membantu siswa dalam memahami pelajaran. Upaya optimalisasi youtube dalam dunia pendidikan dengan demikian dapat dilakukan dalam dua cara. Pertama, youtube dapat digunakan untuk mencari dan mengunduh video-video yang relefan dalam proses pembelajaran. Kedua (dan ini yang ingin saya tekankan), melalui youtube para pendidik sudah saatnya ikut berpartisipasi dalam mengisi kontain di youtube dengan berbagai video pembelajaran.
Para guru perlu mengembangkan berbagai keterampilan yang dibutuhkan untuk membuat sebuah video sebagai media pembelajaran. Mulai dari melakukan analisis kurikulum untuk menentukan materi apa saja yang tepat dikembangkan menggunakan video, keterampilan mengambil gambar (shooting), keterampilan mengedit video (video editing), hingga teknik upload di youtube. Seluruh keterampilan tersebut bukan keterampilan yang sulit, ia hanyalah keterampilan yang butuh untuk dipelajari dan digunakan. Seiring perjalanan waktu, kita akan menemukan cara terbaik dalam memproduksi video untuk ditampilkan di youtube.
Jika proses ini dikerjakan, maka kita akan melihat bahwa chanel di youtube akan diisi oleh berbagai kontain yang memiliki nilai yang tinggi. Bukan sekedar tayangan-tayangan yang tidak ada gunanya atau bahkan menjurus pada pornografi dan atau porno aksi.
Pada konteks ini, kami bersama mahasiswa sudah melakukan ikhtiar kecil untuk membuat sebuah chanel di youtube yang berisi berbagai peragaan fisika. Memang masih jauh dari ideal, teknik pengambilan gambar, teknik editing, bahkan dari segi isi masih nampak terlalu sederhana. Namun bagi kami ini merupakan awal untuk terus berkarya, memberi yang terbaik untuk anak-anak negeri.
Kemajuan teknologi informasi (dan bidang-bidang lain) tentunya akan selalu berhadapan dengan dua nilai yang berbeda yaitu positif dan negatif. Ketika kita sadar tentang kondisi tersebut, langkah yang harus kita lakukan adalah, bagaimana kita bisa menyediakan konten-konten dan aplikasi yang positif sehingga masyarakat tidak memiliki waktu untuk membuka dan mengakses konten-konten yang negatif.
Langkah-langkah seperti yang dilakukan oleh pihak YouTube dengan menyediakan kumpulan video edukasi tentunya perlu diikuti oleh semua pihak. Di Indonesia sendiri seharusnya bisa menjadikan ini sebagai motivasi untuk mengupload video-video edukasi di YouTube atau website yang lain sehingga semakin banyak konten-konten edukasi di internet.[4]
Dengan cara itulah dunia pendidikan bisa merubah “image” mereka bahwa seseorang yang ingin mendapatkan ilmu pengetahuan tidak perlu harus melalui bangku pendidikan sekolah dengan biaya mahal. Dengan cara ini semua orang di seluruh belahan dunia bisa mendapatkan ilmu pengetahuan tanpa harus melihat status sosial karena sudah saatnya ilmu pengetahuan untuk semua umat manusia.


Peranan Keluarga Dalam Kemajuan Teknologi Dan Informasi
Kemajuan teknologi bagaikan api, kecil jadi teman besar jadi pembunuh, sudah banyak orang yang menjadi korban teknologi, alangkah bijak bila para orang tua serius dan tegas dalam mengatur anak agar tidak menjadi korban arus zaman.
Kepala Sekolah salah satu Sekolah Menengah Atas di Giorgia, Dr. Grant Rivera berbagi cerita tentang profesi dan apa artinya menjadi pendidik bagi anak-anak di zaman sekarang.
Rivera memulai karirnya sebagai guru dan pelatih bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Dia mengatakan bahwa jalannya untuk menjadi kepala sekolah muncul ketika ia mulai tertarik untuk mengembangkan dirinya melampaui batas-batas dinding ruang kelas. Dia berbicara tentang pentingnya peranan keluarga dalam konteks pendidikan di sekolah.
“Kita membutuhkan keluarga agar terlibat dalam pendidikan anak-anak kita di sekolah,” ujar Rivera. “Kita memiliki tanggungjawab untuk membangun jembatan itu. Kita membutuhkan kehadiran keluarga di sekolah. Kita memerlukan komunikasi dan dialog yang benar dengan keluarga sama seperti ketika sebuah keluarga berdialog pada saat makan malam. Kita membutuhkan peranan keluarga-keluarga dengan lebih besar, bukan sekedar sebagai orang yang hanya memberikan tandatangan pada formulir sekolah.”
Rivera percaya bahwa pendidik semestinya menjadi teladan dan tokoh panutan bagi para siswanya.
“Dalam pendidikan dan di dalam sekolah-sekolah umun, saya tidak percaya kita terlalu sulit bagi pendidik maupun bagi saya sendiri untuk menjadi figure keteladanan bagi mereka. Kita mau melakukan ini semua karena kita memiliki perhatian dan cinta yang besar pada anak-anak,” jelas Rivera. “Setiap hari, ketika kita berjalan melewati pintu-pintu, kita perlu memegang teguh pedoman ini, yaitu menjadi figur keteladanan, menjadi mentor, dan bila tepat waktunya, kita menjadi teman dan pelatih mereka.”[5]
Menimbang untung ruginya mengenalkan komputer pada anak, pada akhirnya memang tergantung pada kesiapan orangtua dalam mengenalkan dan mengawasi anak saat bermain komputer. Karenanya, semua orangtua mempunyai peran penting mereka dalam pemanfaatan komputer bagi anak.
1.    Berikan kesempatan pada anak untuk belajar dan berinteraksi dengan komputer sejak dini. Apalagi mengingat penggunaan komputer adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari pada saat ini dan masa yang akan datang.
2.    Perhatikan bahwa komputer juga punya efek-efek tertentu, termasuk pada fisik seseorang. Karena perhatikan juga amsalah tata ruang dan pencahayaan. Cahaya yang terlalu terang dan jarak pandangan terlalu dekat dapat mengganggu indera penglihatan anak.
3.    Pilihlah perangkat lunak tertentu yang memang ditujukan untuk anak-anak. Sekalipun yang dipilih merupakan program edutainment ataupun games, sesuaikan selalu dengan usia dan kemampuan anak.
4.    Perhatikan keamanan anak saat bermain komputer dari bahaya listrik. Jangan sampai terjadi konsleting atau kemungkinan kesetrum terkena bagian tertentu dari badan Central Processing Unit (CPU) komputer.
5.    Carikan anak meja atau kursi yang ergonomis (sesuai dengan bentuk dan ukuran tubuh anak), yang nyaman bagi anak sehingga anak dapat memakainya dengan mudah. Jangan sampai mousenya terlalu tinggi, atau kepala harus mendongak yang dapat menyebabkan kelelahan. Alat kerja yang tidak ergonomis juga tidak baik bagi anatomi anak untuk jangka panjang.
6.    Bermain komputer bukan satu-satunya kegiatan bagi anak. Jangan sampai anak kehilangan kegiatan yang bersifat sosial bersama teman-teman karena terlalu asik bermain komputer.

Solusi yang tepat untuk menghadapi masalah masalah yang di jelaskan dalam masalah ini adalah peran orang tua. Karena disini peranan dari kedua orang tua sangatlah penting. Kedua orang tua diharapkan dapat membimbing dan mengawasi anak-anaknya dalam menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Sehingga anak-anak dapat mengerti hal apa saja yang termasuk hal yang baik dan hal yang kurang baik. Dan disini juga terdapat beberapa cara untuk mencegah dampak-dampak negatifnya, yakni:
1.    Orangtualah yang seharusnya mengenalkan internet pada anak, bukan orang lain. Mengenalkan internet berarti pula mengenalkan manfaatnya dan tujuan penggunaan internet. Karena itu, orangtua terlebih dahulu harus ‘melek’ media dan tidak gaptek.
2.    Gunakan software yang dirancang khusus untuk melindungi ‘kesehatan’ anak. Misalnya saja program nany chip atau parents lock yang dapat memproteksi anak dengan mengunci segala akses yang berbau seks dan kekerasan.
3.    Letakkan komputer di ruang publik rumah, seperti perpustakaan, ruang keluarga, dan bukan di dalam kamar anak. Meletakkan komputer di dalam kamar anak, akan mempersulit orangtua dalam hal pengawasan. Anak bisa leluasa mengakses situs porno atau menggunakan games yang berbau kekerasaan dan sadistis di dalam kamar terkunci. Bila komputer berada di ruang keluarga, keleluasaannya untuk melanggar aturan pun akan terbatas karena ada anggota keluarga yang lalu lalang.
4.    Tanamkanlah nilai kebersamaan terhadap sesama, karena kebersamaan akan mewujudkan hubungan serta emosi yang sangat dekat.[6]

Jadi, di dalam menghadapi era globalisasi dalam dunia informasi dan komunikasi yang semakin pesat berkembang, keluarga yang cakupan kecilnya adalah Ayah dan Ibu sebagai orang terdekat bagi anak mempunyai peranan yang sangat penting. Perlu adanya pengawasan dan pengarahan yang baik kepada kehidupan anak. Pengawasan tentang apa yang dilakukan anak serta pengarahan tentang bagaimana saja yang sebaiknya dilakukan  anak. Semua hal tersebut agar mendorong perilaku anak menjadi pribadi yang tidak salah dalam menempatkan dan melakukan sesuatu.

DAFTAR PUSTAKA
http://rmfadjar.wordpress.com/2010/09/27/dampak-baik-dan-buruknya-internet-bagi-pendidikan/, diakses pada tanggal 08 April 2013, pukul 15.00 WIB.
http://news.aribicara.com/video-materi-pendidikan-di-youtube/#, diakses pada tanggal 09 April 2013, pukul 17.00 WIB.



[2] http://rmfadjar.wordpress.com/2010/09/27/dampak-baik-dan-buruknya-internet-bagi-pendidikan/, diakses pada tanggal 08 April 2013, pukul 15.00 WIB.
[3] http://rmfadjar.wordpress.com/2010/09/27/dampak-baik-dan-buruknya-internet-bagi-pendidikan/, diakses pada tanggal 08 April 2013, pukul 15.00 WIB.
[4] http://news.aribicara.com/video-materi-pendidikan-di-youtube/#, diakses pada tanggal 09 April 2013, pukul 17.00 WIB.

|

0 Comments

Posting Komentar

Copyright © 2009 Dunia Rere All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.