0
Posted by dunia rere
on
12:50 PM
in
Puisi Ku
Cahaya dan Bayangan di Batas Senja
Senja mulai memburam,
Digantikan gelap, ditemani terpa angin.
Bukan bercerita tentang gelapnya malam.
Namun, kisah lainnya.
Yaitu sebuah bayangan.
Bayangan yang hadir di antara cahaya bulan.
Memikat pesona sepasang mata berkacamata buram.
Sebuah senyum simpul menandai kekagumannya,
tanpa decak dan mata binar bercandu rindu.
Terpesonalah ia.
Dipikat cahaya yang manis,
Dipikat bayangan yang bedayu-dayu.
Meliuk-liuk di antara cahaya dan cahaya.
Tanpa penerang wajah.
Juga tanpa mengulas nama.
Entah bayangan siapa itu.
Kembali pada si sepasang mata berkacamata.
Masih dengan decak kekagumannya.
yang seiring waktu tangannya bergerak mengikuti gerakan bayangan itu.
meliuk ke kanan dan ke kiri bak pesinden Jaipong.
Tanpa musik terdengar,
Teriring imajinasi lantunan nada Jaipongan.
Sesaat menyadari,
kemudian muncul tanya "siapakah gerangan bayangan itu?" ungkapnya.
Ditolehkan kepala ke kanan dan ke kiri.
Tak ditemukan disekitarnya jejak si penari bayangan.
Hingga esok dan esoknya,
Dipintainya batas senja dengan menunggu kepastian si empunya bayangan dalam cahaya itu.
Meski tak pernah dapat ditemukan jawabnya.
Senin, 04 September 2017 pukul 12.48 PM.
di Kantor Magister FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.